Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Tangis

Hujan turun dengan sangat deras Membasahi setiap apa yang ditemuinya Bukan hanya langit yang menumpahkan kesedihannya Tapi juga sepasang bola mata yang kini telah tergenang air disudut matanya Hancur. Satu kata yang mungkin pantas untuk menggambarkan perasaanya. Dia tahu bahwa sosok pujaannya telah dimiliki orang lain. Menangis. Tentu saja, air matalah yang kini menemaninya. Sakit memang tapi apa mau dikata dia lebih memilih orang lain untuk menjadi tambatan hatinya. Tertoreh sebuah luka dalam hatinya, luka yang amat dalam dan menyakitkan. Tuhan... apakah yang sedang kau lakukan? Tak lihatkah kau, salah satu insanmu tengah besedih? Kenapa kau tak memberinya setitik kebhagianmu? Tuhan lihatlah dia, wajah kusutnya serta tatapan matanya yang kosong, tatapan yang mengisyaratkan kepedihan dari apa yang dinamakan cinta. Tuhan... ku tahu, kau pasti sedang menunggu waktu yang tepat untuk memberikan kebahagiaan padanya, iya kan, Tuhan?

Hari Ini

Ku awali hari ini dengan senandung kecilku Melangkahkan kaki diiringi semangat yang menggebu Mentari pun bersinar dengan terang menyambut hari ini Dan sang angin pun tak ingin ketinggalan dalam acara penyambutan hari ini Sebuah langkah yang akan membawa mimpi menjadi kenyataan Membawa cerita dongeng menjadi suatu realita Membuat hal yang tidak mungkin menjadi hal yang mungkin Karena ku yakin hari ini akan menjadi awal dari pencapaianku
Hampa kosongg