Tangis
Hujan turun dengan sangat deras
Membasahi setiap apa yang ditemuinya
Bukan hanya langit yang menumpahkan kesedihannya
Tapi juga sepasang bola mata yang kini telah tergenang air disudut matanya
Hancur. Satu kata yang mungkin pantas untuk menggambarkan perasaanya. Dia tahu bahwa sosok pujaannya telah dimiliki orang lain.
Menangis. Tentu saja, air matalah yang kini menemaninya.
Sakit memang tapi apa mau dikata dia lebih memilih orang lain untuk menjadi tambatan hatinya.
Tertoreh sebuah luka dalam hatinya, luka yang amat dalam dan menyakitkan.
Tuhan... apakah yang sedang kau lakukan?
Tak lihatkah kau, salah satu insanmu tengah besedih?
Kenapa kau tak memberinya setitik kebhagianmu?
Tuhan lihatlah dia, wajah kusutnya serta tatapan matanya yang kosong, tatapan yang mengisyaratkan kepedihan dari apa yang dinamakan cinta.
Tuhan... ku tahu, kau pasti sedang menunggu waktu yang tepat untuk memberikan kebahagiaan padanya,
iya kan, Tuhan?
Komentar
Posting Komentar