Me and Elf
Me
Pikiranku terkadang berpikir lebih jauh dari apa yang aku pikirkan. Dia (red-pikiranku) melanglang buana mencapai cakrawala luas bahkan melintasi andromeda. Dia terlalu terobsesi dengan dunia khayalnya tanpa pernah menyadari bahwa dia berada di dunia nyata.
Bukan di dunia fana, dunia yang selama ini menemaninya. Dunia keajaiban yang dia ciptakan. Kini dia harus menerima kenyataan bahwa sudah seharusnya dia berhenti dari pengembaraannya dan sudah seharusnya dia kembali ke tempat awal dia bermula. Dunia nyata. Tapi bisakah? Semudah itukah? Aku pun tak yakin dengan semua ini. Dia sudah terlalu jauh mengembara. Dia sudah terlalu lupa dimana pertama kali dia tercipta. Dia sudah terperangkap jauh ke dalam dunia yang dia buat. Dunia khayalan. Dunia itu sudah merasuk lebih jauh, lebih dalam, bahkan sampai menyentuh titik pusat kebahagiannya. Ya, dunia itu telah menggantikan dunia nyatanya. Dan apa yang bisa ku perbuat? Tak ada.
Elf
Gak ada? Justru dunia itu tercipta bukan cuma gara-gara pikiran loe. Tapi karena harapan yang elo buat selama ini. Loe yang buat dunia itu bukan pikiran loe, tapi lebih ke jiwa loe yang ngerasa kesepian itu. Loe gak bisa terus-terusan kayak gini. Loe mesti bangkit dan bangun dari mimpi loe itu. Gue tau, imajinasi itu gak salah. Bahkan einstein bilang kalau imajinasi itu lebih penting dari ilmu pengetahuan. Tapi itu bukan berarti loe mesti hidup di dalam imajinasi loe itu. Bangunn !! Jangan mau di perbudak oleh imajinasi loe. Loe yang nguasain diri loe, loe yang bisa ngendaliin pikiran loe itu. Jangan hanya bisa diam bodoh !!
Me
Aku tidak bodoh elf !! Tidak !! Kau tidak mengerti keadaan yang menimpaku elf. Kau sama sekali tidak mengerti !!
Elf
Gue ngerti keadaan loe !! Karena gue bagian dari diri loe. Buka mata loe !! Loe emang bodoh !!
Me
Berhenti mengataiku bodoh elf !! BERHENTI !! Sekilas perselisihan antara sebuah jiwa dan alter egonya
Pikiranku terkadang berpikir lebih jauh dari apa yang aku pikirkan. Dia (red-pikiranku) melanglang buana mencapai cakrawala luas bahkan melintasi andromeda. Dia terlalu terobsesi dengan dunia khayalnya tanpa pernah menyadari bahwa dia berada di dunia nyata.
Bukan di dunia fana, dunia yang selama ini menemaninya. Dunia keajaiban yang dia ciptakan. Kini dia harus menerima kenyataan bahwa sudah seharusnya dia berhenti dari pengembaraannya dan sudah seharusnya dia kembali ke tempat awal dia bermula. Dunia nyata. Tapi bisakah? Semudah itukah? Aku pun tak yakin dengan semua ini. Dia sudah terlalu jauh mengembara. Dia sudah terlalu lupa dimana pertama kali dia tercipta. Dia sudah terperangkap jauh ke dalam dunia yang dia buat. Dunia khayalan. Dunia itu sudah merasuk lebih jauh, lebih dalam, bahkan sampai menyentuh titik pusat kebahagiannya. Ya, dunia itu telah menggantikan dunia nyatanya. Dan apa yang bisa ku perbuat? Tak ada.
Elf
Gak ada? Justru dunia itu tercipta bukan cuma gara-gara pikiran loe. Tapi karena harapan yang elo buat selama ini. Loe yang buat dunia itu bukan pikiran loe, tapi lebih ke jiwa loe yang ngerasa kesepian itu. Loe gak bisa terus-terusan kayak gini. Loe mesti bangkit dan bangun dari mimpi loe itu. Gue tau, imajinasi itu gak salah. Bahkan einstein bilang kalau imajinasi itu lebih penting dari ilmu pengetahuan. Tapi itu bukan berarti loe mesti hidup di dalam imajinasi loe itu. Bangunn !! Jangan mau di perbudak oleh imajinasi loe. Loe yang nguasain diri loe, loe yang bisa ngendaliin pikiran loe itu. Jangan hanya bisa diam bodoh !!
Me
Aku tidak bodoh elf !! Tidak !! Kau tidak mengerti keadaan yang menimpaku elf. Kau sama sekali tidak mengerti !!
Elf
Gue ngerti keadaan loe !! Karena gue bagian dari diri loe. Buka mata loe !! Loe emang bodoh !!
Me
Berhenti mengataiku bodoh elf !! BERHENTI !! Sekilas perselisihan antara sebuah jiwa dan alter egonya
Komentar
Posting Komentar