Lelah

 Apakah kamu pernah berlari?Apakah kamu pernah berlari terlalu lama dan ingin berhenti? Aku pernah berlari kencang, pernah berlari sendiri, pernah terjatuh dan akhirnya berlari lagi. Tapi ketika aku terus berlari, aku bertanya pada diriku 'kapan aku akan berhenti? dan apa yang sudah aku dapatkan selama aku berlari?'.

Pada akhirnya aku memperlambat kakiku dan mulai melihat ke belakang, apa yang sudah aku lewati? Dimensi, waktu, tempat, semuanya seolah tak berarti. Yang aku ingat aku hanya harus berlari, ketika berlari aku menemukan beberapa pelari yang akhirnya berlari bersamaku. Tapi lambat laun, satu persatu dari mereka berhenti dan menghilang hingga tinggal aku sendiri yang terus berlari. Kemana? Kemana sebenernya aku berlari? Aku tidak tahu.

Dan kini aku lelah, aku lelah ketika aku hanya berlari tanpa tahu kapan harus berhenti. Dunia juga berlari atau lebih tepatnya berputar. Dunia terus berputar, berputar dan berputar. Kapan dia akan berhenti? Tak ada yang tahu. Begitu pula denganku, aku tak tahu kapan aku berhenti berlari, dan bahkan aku tak tahu untuk apa aku berlari. Aku hanya mengejar sesuatu yang bahkan tak ada. Aku hanya mengejar kehampaan. Aku lelah. Lalu apa? nyatanya aku masih terus berlari, masih terus terjatuh dan berlari lagi. Sampai kapan aku harus berlari? Apa yang aku kejar? Apa yang sedang aku lakukan? Aku tak punya tujuan. Disaat semua pelari akhirnya berhenti, hanya aku yang terus berlari. Bukan karena punya ambisi yang kuat, tapi justru karena bingung. Aku tak tahu arah mana sebenarnya yang aku tuju, aku tak tahu kemana kakiku membawaku. Yang ku tahu aku hanya harus berlari untuk menemukan sesuatu tapi sayangnya aku lelah. Pelari lain berhenti karena mereka sudah sampai di garis finish versi mereka, tapi aku berhenti karena aku sudah kehilangan arah, aku sudah kehilangan kompasku, aku kehilangan tujuanku yang dari awal memang tidak ada. 

Kini aku hanya bersimpuh di atas tanah gersang, melihat ke segala arah tapi yang terlihat hanya gurun pasir. Aku tidak melihat apapun, ujung dari tempat ini pun tak terlihat, bahkan sama sekali tak melihat fatamorgana. Apa aku sudah gila? Apa aku sudah tak waras? Segila apapun  aku mencari, aku tak menemukan apapun. Aku lelah, sungguh aku lelah. Aku lelah karena bahkan aku tak tahu apa tujuanku. Pelari yang lain berlari bersamaku, lalu mereka berhenti di tujuannya. Ternyata pikiran itu salah, mereka memang berlari mengejar tujuannya, aku bukannya berlari bersama mereka tapi justru aku yang hanya berlari di tempat. Bukan aku yang berada di depan, tapi justru aku yang tertinggal. Semesta seolah mempermainku, membuatku merasa berlari padahal aku hanya bergerak di tempat. Menyedihkan. Sialan, ini menyakitkan. Kalian tahu apa yang lebih sakit dari gagal mendapatkan tujuan? ketika kita tak punya tujuan.

Saat ini aku merasa seluruh dunia berhenti, bagiku. Aku merasa jarum jamku bergerak semakin lambat. Aku merasa kakiku terpaku, aku melihat semua orang melangkah dengan normal. Hanya aku yang bergerak lambat padahal aku merasa sudah berlari dengan kencang sampai kehilangan arah. Tapi nyatanya? 

Duniaku tak lagi sama, duniaku sudah berubah. Yang kulihat hanya kelam, kelabu. Aku membiru....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

apa inii

"Kamu"