Postingan

Tangis

Hujan turun dengan sangat deras Membasahi setiap apa yang ditemuinya Bukan hanya langit yang menumpahkan kesedihannya Tapi juga sepasang bola mata yang kini telah tergenang air disudut matanya Hancur. Satu kata yang mungkin pantas untuk menggambarkan perasaanya. Dia tahu bahwa sosok pujaannya telah dimiliki orang lain. Menangis. Tentu saja, air matalah yang kini menemaninya. Sakit memang tapi apa mau dikata dia lebih memilih orang lain untuk menjadi tambatan hatinya. Tertoreh sebuah luka dalam hatinya, luka yang amat dalam dan menyakitkan. Tuhan... apakah yang sedang kau lakukan? Tak lihatkah kau, salah satu insanmu tengah besedih? Kenapa kau tak memberinya setitik kebhagianmu? Tuhan lihatlah dia, wajah kusutnya serta tatapan matanya yang kosong, tatapan yang mengisyaratkan kepedihan dari apa yang dinamakan cinta. Tuhan... ku tahu, kau pasti sedang menunggu waktu yang tepat untuk memberikan kebahagiaan padanya, iya kan, Tuhan?

Hari Ini

Ku awali hari ini dengan senandung kecilku Melangkahkan kaki diiringi semangat yang menggebu Mentari pun bersinar dengan terang menyambut hari ini Dan sang angin pun tak ingin ketinggalan dalam acara penyambutan hari ini Sebuah langkah yang akan membawa mimpi menjadi kenyataan Membawa cerita dongeng menjadi suatu realita Membuat hal yang tidak mungkin menjadi hal yang mungkin Karena ku yakin hari ini akan menjadi awal dari pencapaianku
Hampa kosongg

apa inii

oke,,, maaf sebelumnya karena blog ini jarang sekali update,ya dikarenakan komputer saya tiba-tiba error dan tak bisa menyala. Ini saja meminjam laptop punya saudara, hehe :p Disini saya hanya akan memberitahukan bahwa mungkin untuk beberapa minggu ke depan. Semoga hari kalian menyenangkan sampai jumpa.

Untittled

Dalam perjalanan ruang dan waktuku Kutemukan sebongkah kehidupan dalam kegelapan Kala kabut menutup jalanku untuk pulang Kala itu juga cahaya datang menyinari Semilir angin membawa jiwaku menuju ketenangan Dalam diam ku ukir dengan indah di hatiku Pahatan yang sengaja kubuat untuk mengisi kekosongan hatiku Awan yang berarak di langit yang menaungi hidupku Membuatku memejamkan mata dan dalam kegelapan aku mencoba mencari pahatan yang telah ku buat Saat ke menemukan pahatan hatiku Aku lantas membuka mata dan sebuah cahaya menyeruak masuk melewati celah mataku Gerimis kecil tercipta di sudut mataku Seketika, hujan air mata membasahi pipiku Aku menarik kedua sudut bibirku ke atas, terbentuk sebuah senyum di sana Senyum yang ku buat diatas tangis yang tercipta Bagai pelangi yang muncul ketika hujan Sejuta rinai hujan ikut membasahi pipiku bahkan seluruh tubuhku Mungkinkah hujan itu mencoba menyembunyikan air mataku? Atau ingin menjadi saksi atas kesedihanku?

Cinta dunia maya

Facebook, merupakan salah satu jejaring sosial yang cukup terkenal. Dari yang muda sampai yang tua, semua tahu tentang facebook. Bagiku facebook bukan hanya sebatas jejaring sosial tapi dari facebook aku dapat mengagumi seseorang. Entahlah dia sadar atau tidak, bahwa ada salah satu dari teman facebooknya yang begitu mengaguminya atau mungkin malah menyukainya. Aku dan dia tak pernah bertemu, tapi kenapa selalu ada yang berbeda dengan hati ini ketika ku lihat namanya muncul di berandaku. Aku hanya bisa berbincang dengannya lewat chat atau mungkin kita bisa saling mengomentari di status? Dia satu-satunya orang yang belum pernah kutemui namun bisa ku sukai, aneh ya? Terkadang aku curhat padanya dan dia selalu memberi saran yang baik untukku. Entah sejak kapan aku mulai menyukainya, yang kutahu saat ku lihat namanyadi berandaku, selalu ada perasaan senang dalam hatiku. Aku tidak tahu apa yang membuatku bisa menyukainya. Apakah kau yang berada di balik alat elektronikmu itu juga merasakan...

Ku kira kau sahabatku

Tak di sangka, orang yang selama ini ku anggap sebagai sahabat nyatanya adalah musuh terbesarku. Aku tidak bermaksud membela diri, tapi dengan perilakunya kemarin itu kini aku sadar jika dia bukanlah benar benar seorang sahabat. Bisakah kalian bayangkan, selama ini aku selalu ada untuknya, memberinya contekan, membantunya menyelesaikan tugas dan tiba tiba dia menjatuhkan ku begitu saja setelah apa yang telah ku lakukan untuknya. Mengalah itu tidak enak kawan, tapi mengalah demi sahabat itu merupakan hal yang biasa bagiku. Tapi sekarang aku tidak mau mengalah lagi. Sudah dua kali hal ini terjadi padaku, dan aku lebih memilih diam dibanding harus membalas perilakunya itu. Sudahlah, ini semua membuat moodku jadi hancur. Semoga kau yang ku pikir sahabat sadar akan hal itu.