Di jendela kamarku

Awan hitam memayungi tempat tinggalku sekarang. Melihat awan hitam itu seperti mengingatkanku pada suatu hal, suatu hal yang kurindukan. Tapi entah apa. Detik jam yang berada dikamarku seolah menemani sunyi senyapku saat memandang awan hitam itu.
Semuanya seolah terlupa, suatu hal yang seharusnya kuingat. Perlahan, awan hitam itu menjatuhkan tetesan-tetesan air. Hujan. Hujan seolah menari-nari di depan mataku, mengajakku untuk ikut menari bersamanya. Tapi aku hanya diam, tak bergerak sedikitpun. Aku diam memandang hujan di jendela kamarku yang memantulkan wajahku. Tetesan air hujan itu membasahi jendela kamarku dan aku mencoba menyentuhnya meski terhalang oleh satu sekat yang bernama kaca. Jariku mengikuti tetesan yang kini bergerak ke bawah. Dan saat tetesan itu menghilang, aku kembali menengadahkan kepalaku ke atas. Melihat segumpal awan hitam yang terhalangi tetesan-tetesan air hujan. Samar. Tak dapat kulihat dengan jelas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

apa inii

"Kamu"