Ternyata aku menyukainya
Di setiap malam panjangku, aku selalu teringat dengan satu nama yang akhir-akhir ini bersliweran dalam pikiranku. Nama yang aku sendiri tak mengerti kenapa harus selalu ku ingat. Terkadang dia selalu hadir di setiap lamunanku. Terkadang mukaku merona merah saat tak sengaja pandanganku berhenti tepat di dirinya. Terkadang aku seperti dibawa terbang saat ku lihat senyum manis yang menghiasi wajahnya.
Kenapa aku harus merasakan hal-hal seperti itu? Dan kenapa aku merasa tak senang saat ada gadis lain di dekatnya? Mungkinkah rasa itu adalah 'suka'. Ah tidak mungkin. Aku tidak mungkin menyukainya, mendadak pikiranku menepis praduga itu. Tapi hati kecilku seakan menyetujuinya, menyetujuinya 'rasa' itu. Benarkah aku menyukainya? Apa yang membuatku menyukainya? Oh tuhan kenapa harus dia? Pantaskah aku menyukainya? Tapi kurasa itu semua benar, rasa itu memang benar. Ternyata aku memang menyukainya.
Kenapa aku harus merasakan hal-hal seperti itu? Dan kenapa aku merasa tak senang saat ada gadis lain di dekatnya? Mungkinkah rasa itu adalah 'suka'. Ah tidak mungkin. Aku tidak mungkin menyukainya, mendadak pikiranku menepis praduga itu. Tapi hati kecilku seakan menyetujuinya, menyetujuinya 'rasa' itu. Benarkah aku menyukainya? Apa yang membuatku menyukainya? Oh tuhan kenapa harus dia? Pantaskah aku menyukainya? Tapi kurasa itu semua benar, rasa itu memang benar. Ternyata aku memang menyukainya.
Komentar
Posting Komentar